Dengan Tidak Membayar Pajak, RIM Rugikan Indonesia Lebih dari 180 Milyar Rupiah per Bulan

Permasalahan pemblokiran RIM di Indonesia semakin panas kian hari, Menkominfo, Tifatul Sembiring dalam akun Twitternya menyampaikan “Dengan rata-rata menagih 7 dollar Amerika per orang per bulan, RIM menangguk pemasukan bersih Rp 189 miliar per bulan atau Rp 2,268 triliun per tahun. Uang rakyat Indonesia untuk RIM.”
Maka untuk hal ini pemerintah Indonesia dirugikan, karena usut punya usut ternyata RIM tidak membayar pajak sedikitpun ke Pemerintah Indonesia. Selanjutnya Tifatul juga menyampaikan beberapa poin penting perihal peringatan pemerintah kepada RIM melalui 11 Tweet selanjutnya.
Beberapa kesalahan RIM yang lain juga diungkapkan seperti tidak adanya infrastruktur jaringan di tanah air dan masih mempergunakan jaringan enam provider seluler Indonesia. Tifatul mengungkapkan “Salahkah kita memintah ‘jatah’ untuk Indonesia seperti tenaga kerja, konten lokal, menghormati dan mematuhi ketentuan hukum dan undang-undang di Indonesia yang berdaulat ini.”
Ia berpikir mengapa RIM harus diberi pengecualian saat provider-provider lokal telah mematuhi undang-undang dan peraturan. Menurutnya tidak terlalu berlebihan jika mengingatkan agar pihak asing untuk menghormati dan mengikuti aturan yang berlaku di tanah air. “Ini untuk kepentingan yang lebih luas. Diberi sepotong ‘kue kecil’ lantas mati-matian bela asing. Minta hak yang besar untuk bangsa yang terhormat ini.” Pernyataan yang berani ini mungkin ada benarnya, mari kita berharap masalah ini segera reda dan menemukan solusi yang tebaik bagi pemerintah, RIM dan yang terutama pengguna layanan BlackBerry.




