BlackBerry 10 Akan Hadir Dengan Harga Lebih Terjangkau

Persaingan antar produsen perangkat ponsel yang ketat, membuat mereka harus memutar otak untuk mencari strategi pemasaran yang baik. Selain membuat membuat perangkat yang handal sebagai strategi utama, para vendor pun berusaha menekan harga jual produk supaya lebih menarik minat para konsumen. Research In Motion sebagai pemilik merk BlackBerry pun dipaksa untuk mencari jalan keluar agar produk-produknya tetap laku di pasaran.
Untuk menghadapi persaingan pasar, CEO Research In Motion, Thorsten Heins merasa perlu melakukan perubahan strategi untuk mempromosikan platform terbaru, yaitu BlackBerry 10. Perubahan strategi tersebut berupa menghadirkan BlackBerry 10 untuk multi segmen. Hal tersebut dilakukan karena pihak RIM merasa mereka dibawah level produsen lain.
Sebenarnya taktik untuk menyediakan platform untuk multi segmen bukanlah hal yang baru. sebelumnya Google pernah melakukan hal serupa pada Android. Namun yang membedakan RIM dengan Google adalah BlackBerry masih menerapkan lisensi berbayar untuk menikmati fasilitas yang tersedia sedangkan Google sangat terbuka dengan open source.
Kepada Daily Telegraph Newspaper, Thorsten Heins mengabarkan bahwa CEO RIM tersebut tidak memiliki parameter kompetisi dalam hal ekonomi dengan produsen ponsel yang memproduksi 60 perangkat dalam waktu setahun. Oleh sebab itu, CEO RIM menginginkan platform RIM terbaru untuk hadir dengan identitas atau cirri khas yang menonjol. Langkah tersebut dapat memunculkan potensi BlackBerry akan hadir dengan harga yang lebih terjangkau, tentu saja jika langkah tersebut berhasil.
Untuk ketersediaannya di pasaran, kemungkinan RIM akan meluncurkan BlackBerry 10 pada awal tahun 2013. Sedangkan untuk desain yang akan digunakan, kemungkinan RIM akan meluncurkan ponsel barunya tersebut dengan tampilan layr sentuh penuh. Thorsten Heins menambahkan, Kira-kira kami bakal membuat sistem referensi, berikutnya melisensikan desain tersebut. Sedangkan produsen lain bakal membesut hardware berdasarkan disainnya, bisa saja mirip BlackBerry ataupun perangkat lain yang berbasis platform BlackBerry.”




